Home / Politik / Najib Azca: Perkuat Kabinet, Jokowi Harus Pertegas Konsep Revolusi Mental

Najib Azca: Perkuat Kabinet, Jokowi Harus Pertegas Konsep Revolusi Mental

bidik.co — Joko Widodo (Jokowi) sejak awal masa kampanye, hingga telah ditetapkan dalam rekapitulasi KPU sebagai Presiden terpilih, selalu menekankan akan membentuk kabinet profesional. Berbagai usulan pun muncul untuk disodorkan kepada Jokowi.

Namun hingga kini Jokowi belum membicarakan soal menteri yang nantinya bakal mengisi kabinet yang dia pimpin bersama Jusuf Kalla (JK). Sosiolog UGM M. Najib Azca berpendapat bahwa kabinet Jokowi nantinya harus yang sejalan dengan konsep Revolusi Mental.

“Kabinet itu kan harus sesuai dengan visi dan misi yang dibangun. Nah, yang selama ini dibangun oleh Jokowi adalah mengenai Revolusi Mental. Karena kabinet itu merupakan struktur untuk menuju ke revolusi itu,” ujar Najib, Jumat (1/8/2014) malam.

Sebelum menjurus ke penentuan kabinet, Najib menyarankan agar konsep Revolusi Mental lebih dijabarkan lagi ke publik. Sehingga nantinya publik mengerti arah tujuan pemerintahan mendatang.

“Untuk saat ini saya melihat Revolusi Mental ini masih umum. Belum begitu tajam sehingga mudah dikait-kaitkan dengan berbagai hal. Untuk itu Jokowi-JK bersama timnya harus merumuskan lebih detail lagi mengenai Revolusi Mental. Misalkan dalam turunannya ke bidang pendidikan, kepemudaan, ekonomi, dan lain sebagainya,” papar Direktur Youth Studies Centre ini.

Sementara itu Jokowi-JK juga masih harus menunggu proses gugatan tim Prabowo-Hatta di MK. Selain itu pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun masih berjalan hingga Oktober mendatang.

“Mungkin sembari menunggu proses itu bisa sambil merumuskan Revolusi Mental. Sehingga nanti begitu proses di MK selesai bisa langsung menentukan susunan kabinet yang sesuai,” imbuh Najib.

Namun persoalan-persoalan yang akan muncul dalam kabinet Jokowi-JK adalah persoalan menteri-menteri titipan partai. Sebelumnya PKB sudah mengusulkan 10 nama yang direkomendasikan untuk menjadi menteri. Hal tersebut boleh-boleh saja dilakukan menurut JK, akan tetapi penentuannya tetap di tangan Jokowi-JK.

Ada pula Centre for Local Government Reform (Celgor) yang mengusulkan pemerintahan Jokowi-JK menggunakan nama kabinet Indonesia Raya. Celgor juga mengusulkan sejumlah nama-nama untuk masuk dalam kabinet tersebut. (ai)

Komentar

Komentar

Check Also

Fahry Hamzah: Negara Makin Hari Makin Merampas Pekerjaan Yang Dilakukan oleh Rakyat

Bidik.co — Wakil Ketua DPR RI Periode 2014-2019, Fahry Hamzah menilai negara makin hari makin …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.