Home / Internasional (page 4)

Internasional

Paus: Pembantaian Armenia Genosida, Turki Protes

bidik.co — Paus Fransiskus menyebut pembantaian massal terhadap orang Armenia seabad lalu oleh Kekaisaran Ottoman sebagai tindakan genosida. Pernyataan yang disampaikan pada misa di Basilika Santo Petrus tersebut sontak menuai kemarahan orang Turki. “Seabad yang lalu, bangsa kita mengalami tiga tragedi yang masif dan belum pernah terjadi sebelumnya. Pertama, dikenal …

-

Cak Nun Nilai ISIS Sebagai Rekayasa

bidik.co — Budayawan Emha Ainun Najib, atau lebih dikenal dengan sebutan Cak Nun mengatakan gerakan radikal ISIS merupakan rekayasa dalam upaya untuk menguasai Timur Tengah. “Semua itu rekayasa, ada yang membikin dan tidak mungkin gerakan itu menjadi ‘main stream’, karena apa mungkin orang sedunia menjadi ISIS semua,” katanya di Temanggung, …

-

Situasi Aden Mencekam, Kemenlu Terus Monitor Kondisi WNI

bidik.co — Puluhan WNI gagal mencapai pelabuhan Aden, Yaman untuk dievakuasi karena situasi di kota itu masih mencekam. Para WNI ini juga sempat mendapatkan saran dari palang merah internasional untuk jangan bergerak dulu. “Kemarin itu ICRC (International Committee of the Red Cross) juga meminta mereka untuk jangan bergerak dulu. Karena …

-

Mantan PM Singapura Lee Kuan Yew Wafat

bidik.co — Mantan Perdana Menteri Singapura Lee Kuan Yew tutup usia. Dia menghembuskan nafas terakhirnya hari ini di usianya yang telah menginjak 91 tahun. “Pak Lee wafat dengan tenang di Singapore General Hospital hari ini pukul 03.18 waktu setempat,” tutur salah seorang sumber seperti dikutip oleh Reuters, Senin (23/3/2015). Sebelum …

-

Mahasiswa Pendemo Tak Diijinkan Qantas Terbang dengan Pesawatnya

bidik.co — Tak ada cerita bagi Jasmine Pilbrow untuk bepergian dengan pesawat Qantas atau Jetstar. Mahasiswa Victoria University tersebut dilarang naik pesawat milik maskapai ini tujuan mana pun. Sebab, sebelumnya ia memprotes transfer dan deportasi seorang pria Tamil di atas pesawat dengan nomor penerbangan 838 pada 2 Februari. Tanpa menyebutkan …

-

PBB Bersikeras Desak Indonesia Batalkan Hukuman Mati Kasus Narkoba

bidik.co — Juru bicara Komisaris Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR), Rupert Colville, mendesak pemerintah Indonesia membatalkan hukuman mati dan memberikan grasi kepada para terpidana mati kasus narkoba. “Kami bisa memahami perjuangan Indonesia dalam pemberantasan peredaran narkoba. Tapi hukuman mati bukanlah solusi terbaik,” katanya di Jenewa dalam …

-

Menlu Australia Lakukan Aksi Damai, Tolak Eksekusi Mati Gembong Narkoba Bali Nine

bidik.co — Dua warga negara Australia yang menjadi gembong narkotika, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran dipindahkan ke Pulau Nusakambangan untuk menjalani eksekusi mati. Pemerintah Australia melakukan berbagai cara untuk membatalkan proses eksekusi itu. Menteri Luar Negeri (Menlu) Australia Julie Bishop sebagai ujung tombak eksekutif dalam hubungan internasional terus memohon di …

-

Nelson Shanks, Bayang-bayang Skandal Clinton-Monica

bidik.co — Skandal Bill Clinton dan Monica Lewinsky terkuak 20 tahun lalu. Namun, sejumlah orang tak bisa melupakannya begitu saja. Termasuk sang pelukis foto Bill Clinton, Nelson Shanks. Baru-baru ini, Shanks membuat cerita menghebohkan. Saat diwawancarai oleh Philadelphia Daily News, dia menceritakan sebuah kisah di balik pembuatan lukisan foto Bill …

-

Peter Gontha Matangkan Kerja Sama Ekonomi dengan Polandia

bidik.co — Dubes RI untuk Polandia, Peter F Gontha, berkunjung ke parlemen dan Kemlu Polandia. Dubes Peter memaparkan rencana kerja sama bidang ekonomi bilateral kedua negara. Dubers Peter didampingi Fungsi Politik dan Penerangan melakukan courtesy call secara terpisah dengan Wakil Ketua Parlemen Polandia, Jerzy Wenderlich dan Ketua Senat Polandia, Bogdan …

-

Hukuman mati ‘tidak untuk menyakiti hati’ Australia, Indonesia Harus Setegas Singapura

bidik.co — Di tengah tekanan agar Indonesia membatalkan rencana eksekusi dua warga Australia karena kasus narkotika, pemerintah perlu menyatakan hukuman mati tidak ditujukan untuk menyakiti hati Australia. Hal itu disampaikan oleh mantan Duta Besar Indonesia untuk Australia, Wiryono Sastrohandoyo mengomentari pernyataan Tony Abbot. Perdana menteri Australia pada Rabu (18/2/2015) mengatakan …

-